Jejak Mapala

Buntut Langgar Aturan, 67 Pendaki Ilegal Gunung Rinjani Dipastikan Masuk Daftar Blacklist

By  | 

Penarimba.com – Sejumlah pemuda dan pemudi tampaknya sudah tidak betah lagi di rumah saja selama masa virus corona mewabah.

Begitu pun bagi mereka yang memiliki hobi mendaki gunung.

Sejak ditutup pada Januari 2020 lalu, tercatat sudah ratusan wisatawan yang berhasil dicegah masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Teranyar, sebanyak 67 pendaki ilegal diproses petugas lantaran ketahuan mendaki Gunung Rinjani pada masa penutupan.

Mereka terjaring operasi penertiban yang digelar tim gabungan selama empat hari. Yakni sejak Jumat (29/5/2020) hingga Senin (1/6/2020).

“Itu (67 orang) belum termasuk data hari ini,” ujar Kepala Seksi Wilayah II Balai Taman¬†Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Beni Rio Wibawanto kepada Penarimba.com, Selasa (2/6/2020).

Rio mengatakan, mereka mendaki dengan cara sembunyi-sembunyi untuk menghindari petugas. Namun berkat bantuan kamera CCTV dan kecekatan petugas, ulah mereka akhirnya ketahuan.

Pendaki ilegal Gunung Rinjani

Sejumlah pendaki ilegal Gunung Rinjani terekam CCTV. (Foto: Taman Nasional Gunung Rinjani)

Menurut Rio, para pendaki ilegal itu merupakan warga lokal Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Mereka ada yang datang 11 orang, ada yang 6 orang, seperti itu. Jadi bukan satu kelompok,” ujar Rio.

Kabar mengenai tertangkapnya puluhan pendaki ilegal Gunung Rinjani juga di-posting akun Instagram resmi Taman Nasional Gunung Rinjani, @gunungrinjani_nationalpark.

Petugas gabungan menemukan puluhan orang sedang berada di area Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak.

Saat ditemukan, para pendaki itu ada yang sedang beristirahat, bersenda gurau dan ada pula yang sedang memancing.

Pendaki ilegal Gunung Rinjani

Para pendaki ilegal Gunung Rinjani saat diamankan petugas. (Foto: Taman Nasional Gunung Rinjani)

Para pendaki ilegal Gunung Rinjani tersebut langsung diimbau agar segara turun.

Namun sebelum itu, mereka diberi sanksi membersihkan area Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak. Kemudian, identitas mereka pun turut ditahan petugas.

Tidak hanya sanksi yang bersifat pembinaan, para pendaki yang ketahuan melanggar aturan juga akan masuk dalam daftar blacklist.

“Pengunjung yang terdata ilegal akan masuk dalam daftar blacklist. Hal ini sesuai SOP pendakian Gunung Rinjani, dan kami upayakan nanti terdeteksi di sistem online e-rinjani,” ujar Rio.

Menurut Rio, saat ini pihaknya juga masih membahas rencana untuk mengintegrasikan daftar blacklist dengan seluruh taman nasional.

Para pendaki ilegal Gunung Rinjani saat diamankan petugas. (Foto: Taman Nasional Gunung Rinjani)

Para pendaki ilegal Gunung Rinjani saat diamankan petugas. (Foto: Taman Nasional Gunung Rinjani)

Dengan kata lain, pendaki yang telah di-blacklist tidak lagi bisa mendaki gunung-gunung lainnya di Indonesia.

“Sanksi itu (integrasi data dengan seluruh taman nasional) masih kita bahas. Bagi para pecinta alam yang masuk daftar blacklist itu tentu berat, karena tidak bisa lagi mendaki gunung lainnya, bukan hanya di Rinjani,” tutur Rio.

 

RATUSAN PENDAKI ILEGAL GUNUNG RINJANI BERHASIL DICEGAH

Rio menambahkan, kurun seminggu setelah Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, pihaknya berhasil mencegah sekitar 400-an wisatawan yang berupaya menerobos masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Mereka bukan hanya para pengunjung yang hendak mendaki gunung. Namun juga para pelancong yang berniat masuk ke sejumlah objek wisata lainnya di kawasan taman nasional tersebut.

Berdasarkan situs resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terdapat 113 pengunjung yang berhasil dicegah mendaki Gunung Rinjani sejak penutupan pada Januari 2020 hingga Jumat (29/5/2020).

“Kalau data saya, yang berhasil kami cegah itu 400-an selama seminggu pascalebaran. Namun itu bukan hanya pendaki, ada juga yang mau berkunjung ke objek wisata lainnya di kawasan TNGR,” kata Rio.

Kepala Seksi Wilayah II Balai TNGR Beni Rio Wibawanto. (Foto: dokumentasi pribadi Beni Rio Wibawanto)

Kepala Seksi Wilayah II Balai TNGR Beni Rio Wibawanto. (Foto: dokumentasi pribadi Beni Rio Wibawanto)

Rio melanjutkan, pihaknya telah menjalin kemitraan dengan unsur eksternal guna membantu pengawasan pada masa penutupan.

Karena memiliki satu visi untuk menjaga kelestarian, sejumlah komunitas pecinta alam setempat akhirnya bersedia membantu TNGR meski dengan sukarela.

“Artinya, kita ingin semua pihak bersama-sama menjaga Gunung Rinjani. Karena taman nasional ini milik kita bersama, jadi dibutuhkan kesadaran untuk merawatnya,” ujar Rio.

 

PROTOKOL BARU PENDAKIAN DIBAHAS JELANG ERA NEW NORMAL

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) berencana menerapkan protokol baru pendakian gunung pada era new normal.

Mereka berencana membatasi kuota pendakian.

Seperti diketahui, sebelum masa Covid-19 mewabah, TNGR juga telah menerapkan pembatasan kuota pendaki, yakni sekitar 250 orang per harinya.

Jumlah itu terdiri atas 150 orang pendaki untuk jalur Sembalun dan Senaru dan 100 orang pendaki untuk jalur Aiq Berik dan Timbanuh.

Kepala Seksi Wilayah II TNGR Beni Rio Wibawanto mengatakan, sederet aturan baru itu kini masih dibahas lebih lanjut.

“Tentang jumlah kuota itu masih dalam pembahasan. Intinya, ketika new normal diberlakukan tentu kita juga harus mempersiapkan protokol kesehatan, termasuk daya tampung karena akan berkaitan untuk jaga jarak pendakian, jarak tenda. Juga tentang perlengkapan, apakah harus membawa hand sanitizer atau masker,” kata Rio.

Rio mengatakan, pihak pengelola juga sepatutnya memperhatikan berbagai hal bila kebijakan new normal diterapkan.

Seperti pengawasan kesehatan dan mempersiapkan alat pemantau suhu. Kemudian, pengelola juga mesti mempersiapkan sumber daya untuk pemantauan di lapangan.

“Nah ini masih kita bahas,” kata Rio.

(NB)

Nanda Fahriza Batubara

Menolak rontok di negeri sendiri. Penulis merupakan alumni Departemen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU). Semasa kuliah sempat menjabat Ketua Umum Gemapala FIB USU meski tidak sampai satu periode. Huh.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *