Jejak Mapala

Kisah Pendaki Gunung Asal Indonesia yang Tertahan di Nepal Selama Tiga Bulan Akibat Lockdown

By  | 

Penarimba.com – Sejumlah pendaki gunung asal Indonesia tertahan di Nepal akibat kebijakan lockdown untuk meredam penyebaran virus corona.

Satu di antara para pendaki itu, Teddy Heryanto, kini sudah berhasil pulang ke tanah air setelah sekitar tiga bulan tertahan.

Lelaki asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu awalnya berniat mendaki Gunung Annapurna, pegunungan Himalaya, Nepal. Dia pergi bersama dua rekannya. Satu di antaranya bernama Adi Mardani.

Mereka telah merencanakan pendakian ini sejak setahun lalu.

Keduanya berangkat pada 7 Maret 2020 dan berencana kembali ke Indonesia pada 26 Maret 2020.

Namun ketika masih berada di sana, pemerintah Nepal mulai menerapkan kebijakan lockdown sejak 22 Maret 2020,

Akibatnya, maskapai penerbangan membatalkan jadwal penerbangan rute Nepal-Malaysia.

Padahal, penerbangan ini menjadi seharusnya menjadi transportasi bagi Teddy dan rekannya untuk pulang ke Indonesia.

Teddy sempat membatalkan pendakiannya ke Gunung Annapurna dan kembali ke Kathmandu saat mengetahui akan diterapkan kebijakan lockdown.

Namun mereka kalah cepat sehingga harus rela menunggu hingga waktu yang saat itu belum mereka ketahui secara pasti.

Dilansir dari Banjarmasinpost.co.id, Teddy harus menunggu hingga tiga bulan sebelum akhirnya bisa pulang ke Indonesia.

Dia menumpang pesawat sewaan warga Eropa yang hendak menuju Doha, Qatar untuk kemudian ke Amsterdam, Belanda.

Teddy akhirnya tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu (10/6/2020).

Sebelum pulang, Teddy mengaku sudah menjalani Polymerase Chain Reaction (PCR) di rumah sakit Kathmandu.

“Saya kena sampai 70 hari. Mulai tanggal 22 Maret,” kata Teddy kepada Banjarmasinpost.co.id.

Pendaki gunung asal Indonesia tertahan di Nepal

Teddy Heryanto saat tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Teddy merupakan pendaki gunung asal Indonesia yang tertahan di Nepal akibat lockdown. (Foto: Banjarmasinpost.co.id)

Dari video yang diunggah, Teddy melakukan sujud syukur setibanya di Bandara. Dia mengaku sangat beruntung bisa pulang ke tanah air.

Selama di Kathmandu, Nepal, Teddy mengaku terbantu pihak hotel yang meringankan bebannya untuk makan.

“Saya tinggal di hotel, dan hotel memberi keringanan untuk makan di situ sehingga kita tidak perlu keluar. Karena lockdown di sana itu orang tidak bisa keluar,” kata Teddy.

Teddy mengatakan, harga tiket pesawat dari Nepal untuk dapat balik ke Indonesia begitu mahal. Totalnya mencapai sekitar Rp 38 juta.

Hal ini yang menyebabkan banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertahan dan belum bisa pulang.

Padahal, menurut Teddy, masih ada sekitar 20 orang WNI yang masih berada di Nepal.

Selama tertahan di Nepal, Teddy mengaku pernah mendapat bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangladesh sebanyak dua kali.

Yakni sebesar 10.000 rupee atau sekitar Rp 1.800.000 dan biaya hotel selama sebulan.

“Pulang ke Indonesia ini biaya sendiri. Saya pernah dibantu selama di Nepal sebanyak dua kali, masing-masing 5.000 rupee dan biaya hotel untuk Bulan Juni sebesar 40.000 rupee,” katanya dikutip dari Banjarmasinpost.co.id.

Pendaki gunung asal Indonesia tertahan di Nepal

Teddy Heryanto saat tiba di Banjarmasin. Teddy adalah pendaki gunung asal Indonesia yang tertahan di Nepal akibat lockdown. (Foto: Banjarmasinpost.co.id)

Dilansir dari Kompas.com, keberhasilan Teddy balik ke Indonesia berawal dari informasi seorang wanita yang dia panggil Mbak Ana.

Perempuan itu, katanya, memiliki suami asal Eropa.

“Informasi ada pesawat yang Doha itu dari WNI namanya Mba Ana. Beliau yang awalnya menyampaikan ke grup jika ada orang Eropa yang mencarter pesawat yang bisa kita tumpangi,” ujar Teddy saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon kepada Kompas.com, Selasa (9/6/2020) malam.

Mendapat informasi tersebut, Teddy kemudian menghubungi keluarga dan meminta uang sebesar Rp 28 juta untuk membeli tiket.

Biaya tersebut hanya untuk tiket penerbangan dari Nepal ke Qatar dan Amsterdam.

Teddy harus merogoh kantong lagi demi membeli tiket penerbangan dari Amsterdam ke Singapura dan Indonesia.

Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina juga telah mendengar informasi adanya pendaki gunung asal Indonesia yang tertahan di Nepal akibat lockdown.

Ibnu pun berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengupayakan kepulangan para pendaki yang dua di antaranya merupakan warga Banjarmasin.

“Saat ini mereka tidak bisa keluar dari Kathmandu dan saat ini nasibnya terkatung-katung,” ujar Ibnu kala itu seperti dikutip dari Kompas.com.

(MN)

Muhammad Noviandi

Penyayang semua jenis spesies di bumi. Penulis sempat aktif dalam kepengurusan Federasi Panjat Tebing Indonesia dan bergabung di organisasi sosial tanggap bencana. Semasa kecil pernah begitu yakin bahwa dirinya masih keturunan Bob Marley.

1 Comment

  1. Avatar

    Semut

    Juni 22, 2020 at 9:30 pm

    Keren

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *