Jejak Mapala

Legenda Itu Bernama Herman Lantang, Sahabat Soe Hok Gie sekaligus Saksi Mata Peristiwa Gunung Semeru 1969

By  | 

Penarimba.com – “Kalau Ido ke Jakarta, welcome to Herman Lantang Camp di kaki Gunung Salak, Bogor. Saya sudah menetap di Bogor.”

Seperti itulah kesahajaan dari seorang legenda hidup dunia kepecintaalaman Indonesia, Herman Onesimus Lantang, saat berbincang melalui seluler dengan Penarimba.com beberapa waktu lalu.

Tepat pada tanggal dan bulan ini, Herman lahir di Tomohon, Sulawesi Utara, 80 tahun silam.

Ya. Pada Kamis (2/6/2020), Herman sedang memperingati hari kelahirannya.

Herman memang tidak bisa lepas dari alam bebas meski sudah berusia lanjut.

Pada hari tuanya, Herman bersama istri tercinta, Joyce Moningka, kini menetap di Bogor, Jawa Barat. Mereka membangun suatu area perkemahan bernama Herman Lantang Camp (HLC) di kaki Gunung Salak.

Herman Lantang

Herman Lantang bersama istrinya, Joyce. (Foto: istimewa)

Berbicara tentang Herman tentu tidak lengkap tanpa membahas kisah kelegendarisnya selama menjadi mahasiswa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Herman dikenal sebagai seorang aktivis dan pernah menjabat ketua senat mahasiswa di kampusnya.

Dia merupakan bungsu dari 14 bersaudara buah cinta pasangan Rumuwu J. Lantang dan Esther W. Kalsun.

Ayahnya merupakan seorang tentara yang sering mengajaknya menelusuri hutan. Dari sinilah rasa kecintaan Herman kepada alam mulai tumbuh dan melekat sampai sekarang.

Herman mengenyam pendidikan setara sekolah dasar di Europrrshe Lagere School dan sekolah menengah pertama di SMPK Tomohon.

Saat remaja, ayah Herman pindah tugas ke ibu kota. Herman lalu masuk sebagai siswa SMA 1 Budi Utomo.

Selepas lulus, Herman berhasil diterima sebagai mahasiswa Jurusan Anthropologi Universitas Indonesia pada 1960.

Di sinilah semua kisah itu bermula.

Herman mengatakan, ada banyak hal yang ia alami pada masa-masa menjadi mahasiswa era orde lama.

Namun satu yang pasti, semua itu tidak dapat terpisahkan dari jejak kisah seorang lelaki bernama Soe Hok Gie.

Soe masuk ke Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1962.

Herman termasuk orang yang berada di sisi Soe pada detik-detik akhir hidupnya 16 Desember 1969 silam. Bagi Herman, Soe adalah sahabat.

“Soe Hok Gie adalah seorang intelektual muda yang mati muda dalam pelukan saya sehari sebelum HUT-nya ke-27,” ujar Herman kepada Penarimba.com.

Herman Lantang

Foto Herman Lantang (paling kanan atas) bersama Soe Hoek Gie dan sejumlah temannya semasa kuliah. (Foto: istimewa)

Selama aktif mengenakan almamater kuning, Herman sempat menjabat sebagai ketua senat mahasiswa dan juga ketua organisasi mahasiswa pecinta alam (Mapala) Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Organisasi yang awalnya bernama Prajnaparamita itu, menjadi cikal dan pelopor seluruh organisasi Mapala di seluruh Indonesia.

Herman pernah melakukan penelitian dan menetap di Papua selama tiga tahun. Kala itu, dia dekat dengan masyarakat adat Suku Dani.

Meskipun berstatus Anak Sastra, pekerjaan awal yang pernah Herman lakoni adalah bidang pengeboran minyak. Dia bahkan telah menempuh pendidikan singkat tentang profesi yang ditekuninya itu di Houston, Texas, USA, pada tahun 1974.

Bersama Joyce, Herman mempunyai dua orang putra bernama Errol K Lantang dan Cernan W Lantang. Dari mereka, Herman kini telah memiliki tiga cucu.

Waktu terus berlalu. Namun Herman tetap sama, lelaki gagah dengan topi khas serta kacamata saksi cerita panjang masa lalu.

Pada akhir perbincangan, Herman juga mengaku punya seorang anak angkat bermarga Situmorang, satu di antara marga Suku Batak.

“Jadi aku dapat Ulos Tondi dari Marga Sinaga. Jadi, horas anakku,” ujar Herman.

Herman Lantang. (Foto: Wikipedia)

Selamat ulang tahun, Legenda. Semoga sehat selalu. Salam Lestari…!!!

(IP)

Ido Panukunan Sinaga

Kerap menyemangati diri bahwa tinggi badan bukanlah segalanya. Penulis merupakan mahasiswa semester akhir Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU). Pernah menjabat Ketua Umum Gemapala FIB USU Periode 2018-2019.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *