Jejak Mapala

Saat Calon Pendaki Ilegal Kepergok ke Gunung Guntur dan Raung

By  | 

Penarimba.com – Sejumlah calon pendaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Tengah, dihalau petugas kepolisian dan petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam, Kamis (4/6/2020).

Penindakan dilakukan karena sampai saat ini jalur pendakian gunung tersebut masih ditutup untuk umum.

Kapolsek Tarogong Kaler Ipda Masrokan mengatakan, puluhan pendaki itu disuruh untuk pulang demi mencegah terjadinya kerumunan.

“Gunung Guntur saat ini memang masih belum dibuka untuk aktivitas pendakian, tetapi saat kami cek ternyata kami temukan banyak pendaki. Bukan apa-apa, selama pandemi ini kan harus menjaga jarak, dan kami khawatir kalau aktivitas tersebut malah menimbulkan kerumunan,” kata Masrokan dikutip dari Merdeka.com, Jumat (5/6/2020).

Pendaki ilegal

Petugas saat menghalau sejumlah calon pendaki ilegal Gunung Guntur. (Foto: radartasikmalaya.com)

Menurut Masrokan, para calon pendaki itu tidak hanya berasal dari Kabupaten Garut. Beberapa dari mereka berasal dari luar daerah.

Dia mengimbau mereka agar bersabar dan tidak mendaki gunung selama masa penutupan. Saat ini, kata Masrokan, petugas masih berjaga di lokasi masuk untuk mengawasi kedatangan wisatawan yang ingin mendaki.

“Kami bersiaga terus memantau kawasan Gunung Guntur. Jangan ada dulu yang mendaki selama masa pandemi ini,” kata Masrokan dikutip dari radartasikmalaya.com.

“Pendakian ini bisa menimbulkan kerumunan banyak orang. Jadi ditutup sementara waktu,” sambungnya.

Terpisah, sebanyak 15 orang calon pendaki Gunung Raung, Jawa Timur, juga dihalau petugas.

Mereka ketahuan hendak mendaki saat menumpangi kendaraan roda empat menuju kaki gunung via jalur Sumber Wringin.

Pendaki ilegal

Petugas saat melakukan pemeriksaan terhadap pendaki ilegal. (Foto: @raung_viasumberwringin)

Petugas yang mendapati para calon pendaki ilegal itu langsung mengejar mereka.

Kemudian, rombongan itu dibawa ke basecamp untuk diproses lebih lanjut dan kemudian diarahkan untuk kembali.

Informasi ini pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @raung_viasumberwringin, Jumat (5/6/2020).

“Semoga ini menjadi pelajaran,” tulis akun tersebut.

Sebelumnya, petugas mendapati puluhan pendaki ilegal di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Akibatnya, mereka masuk dalam daftar blacklist alias dilarang mendaki lagi ke gunung tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Beni Rio Wibawanto kepada Penarimba.com, Selasa (2/6/2020).

“Pengunjung yang terdata ilegal akan masuk dalam daftar blacklist. Hal ini sesuai SOP pendakian Gunung Rinjani, dan kami upayakan nanti terdeteksi di sistem online e-rinjani,” ujar Rio.

(IP)

Ido Panukunan Sinaga

Kerap menyemangati diri bahwa tinggi badan bukanlah segalanya. Penulis merupakan mahasiswa semester akhir Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU). Pernah menjabat Ketua Umum Gemapala FIB USU Periode 2018-2019.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *