Jejak Mapala

Selamat Jalan Kawan, Anggota Mapala yang Hanyut usai Mendaki Gunung Tambusisi Ditemukan Meninggal

By  | 

Penarimba.com – Lagi, satu anggota Mapala ditemukan meninggal dunia.

Kabar duka menyelimuti organisasi mahasiswa pecinta alam (Mapala) Sagarmatha Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu.

Satu di antara anggota mereka, M. Faisal, ditemukan meninggal dunia karena hanyut di sungai usai mendaki Gunung Tambusisi, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh akun Instagram resmi Mapala Sagarmatha, @mapalasagarmatha, Jumat (10/7/2020).

“Assalamualaikum, Salam Lestari. Kami keluarga besar Mapala Sagarmatha dengan resmi menyampaikan Innalilahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Saudara kami MOH. FAISAL ‘METOR’ telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada pukul 06.00 WITA dan telah dievakuasi sekarang di Puskesmas Kecamatan Soyojaya,” tulis akun tersebut pada Instastory-nya.

Mapala ditemukan meninggal

M Faisal, anggota Mapala ditemukan meninggal dunia akibat hanyut di sungai usai mendaki Gunung Tambusisi. (Foto: istimewa)

Organisasi itu juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu pencarian serta evakuasi jenazah Faisal.

“Kami segenap keluarga besar Mapala Sagarmatha mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian dan evakuasi jenazah,” sambung akun tersebut.

Kabar penemuan jenazah Faisal juga disampaikan anggota organisasi sosial tanggap bencana bernama Salim serta pihak Puskesmas Tambayoli Soyojaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, jasad Faisal ditemukan terapung di permukaan Sungai Busanga.

Sebelumnya, seorang pendaki gunung sekaligus anggota Mapala Sagarmatha Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, M. Faisal, dilaporkan hanyut di sungai pada Senin (6/7/2020).

Kala itu, Faisal bersama rombongannya baru turun dari Gunung Tambusisi, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah,

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Faisal merupakan anggota organisasi Mapala Sagarmatha Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (UNTAD) Palu.

Awalnya, ada enam anggota Mapala yang hendak mendaki Gunung Tambusisi pada Senin (29/6/2020) lalu.

Mereka tiba di Desa Lembasemara, Morowali Utara, pada Selasa (30/6/2020).

Saat itu, seorang pendaki lainnya bergabung sehingga jumlah rombongan menjadi tujuh orang.

Mereka mendaki Gunung Tambusisi pada Rabu (1/7/2020). Selang enam hari tanpa kontak, anggota tim kemudian menghubungi rekannya pada Selasa (7/7/2020) dan mengabarkan seorang di antara mereka terpisah.

Menurut kesaksian anggota rombongan, Alif Hidayat, mereka terpisah dengan Faisal saat turun dari gunung pada Senin (6/7/2020).

Katanya, Faisal berjalan mendahului tim dan beberapa saat kemudian tidak terlihat lagi.

Karena khawatir, anggota rombongan yang tersisa membagi tim untuk menemukan keberadaan Faisal. Satu tim berjalan cepat agar menemukan Faisal, sedangkan tim lainnya berjalan lambat lantaran terdapat anggota yang sedang sakit.

Kala itu, hujan deras dikabarkan mengguyur mereka.

Setibanya di sungai, tim belum menemukan Faisal. Mereka kemudian menuju desa terdekat karena menduga Faisal telah tiba di sana. Namun, perkiraan mereka meleset. Faisal tidak ditemukan.

Sedangkan tim lainnya dikabarkan terjebak di seberang sungai lantaran hujan semakin deras dan permukaan air meninggi.

(ZA)

Zulfikar Ali

Mengambil jurusan sistem informasi pada satu perguruan tinggi di Medan, Sumatera Utara. Menyukai gemuruh yang keluar dari sela-sela lubang sulfur di kawah gunung. Penulis juga dikenal konsisten menyuarakan gerakan berdoa sebelum tidur.

1 Comment

  1. Avatar

    bocil

    Juli 14, 2020 at 9:38 pm

    inalillahi wainnalillahi rojiun

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *