Jejak Mapala

Tersesat, Hipotermia hingga Pelipis Terluka, Inilah Sederet Peristiwa Pendakian Gunung pada Era New Normal

By  | 

Penarimba.com – Berbagai peristiwa dialami sejumlah orang saat melakukan pendakian gunung era new normal.

Seperti diketahui, sebagian daerah mulai menerapkan kebijakan new normal dan membuka beberapa objek wisata secara bertahap.

Di beberapa tempat, aktivitas pendakian gunung juga terpantau kembali terlihat.

Kelonggaran yang diberikan langsung dimanfaatkan banyak pendaki serta para wisatawan untuk menghirup udara alam setelah sekian lama harus berada total di rumah.

Dari pantauan Penarimba.com, beranda media sosial juga telah dipenuhi dengan foto-foto puncak gunung atau suasana perkemahan sekelompok pendaki.

Dirangkum dari sejumlah sumber, berbagai peristiwa dialami sejumlah orang ketika melakukan pendakian gunung era new normal.

Di Sumatera Barat, lima orang pendaki sempat tersesat dan hilang kontak ketika hendak turun dari puncak Gunung Marapi, Kabupaten Agam.

Kelima pendaki tersebut dilaporkan hilang pada Senin (22/6/2020). Mereka akhirnya selamat setelah dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan sejumlah warga pada Selasa (23/6/2020).

Pendakian gunung era new normal

Foto lima pendaki Gunung Marapi tersesat. (Foto: Facebook Den Bagus Arga)

Setelah ditelusuri, ternyata kelima pendaki itu turun dengan memilih jalur yang berbeda dengan kelompok lain yang mereka temui di atas. Kabarnya, kelima pendaki itu memilih jalur yang tidak mereka lalui saat mendaki.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Agam Muhammad Lutfi Ar, kelompok pendaki yang tersesat tersebut bahkan tidak membawa bekal saat itu.

“Jadi lima pemuda itu naik dan turun melewati jalur berbeda. Diinformasikan pula kelima orang ini dalam perjalanan turun tanpa perbekalan,” kata Lutfi dikutip dari pikiran-rakyat.com, Selasa (23/6/2020).

Peristiwa berbeda juga dialami sejumlah orang lainnya saat melakukan pendakian gunung era new normal.

Pada waktu yang hampir bersamaan, sekelompok pendaki dilaporkan terserang hipotermia ketika mendaki Gunung Dempo, Sumatera Selatan, pada Minggu (21/6/2020).

Ceritanya, tiga perempuan yakni Sintia (19), Putri (17) dan Imel (17) mendaki Gunung Dempo bersama empat rekan lelaki mereka, yakni Renal, Akbar, Erlangga, dan Agung, pada Sabtu (20/6/2020) pukul 13.00 WIB.

Setibanya di hutan lumut, ketiga perempuan tersebut mengalami penurunan suhu. Meraka kemudian melapor ke petugas SAR setempat agar dievakuasi.

Setelah memeroleh laporan, petugas gabungan langsung bergegas ke lokasi mereka.

“Begitu dapat kabar, kita langsung menerjunkan petugas ke lokasi,” ujar Koordinator Pos SAR Pagaralam Kemas Ismail dikutip dari menakar.com, Senin (22/6/2020).

Pendakian gunung era New Normal

Sejumlah pendaki yang mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Dempo, Sumatera Selatan (Foto: istimewa)

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Pagaralam, Azzer Febrian mengatakan, ketujuh pendaki berhasil dievakuasi pada Minggu (21/6/2020) dini hari melalui jalur Rimau.

“Saat dilakukan evakuasi atau di tengah perjalanan turun dari tempat korban mengalami hipotermia, korban bertambah satu orang karena mengalami kelelahan,” kata Azzer dikutip dari detiksumsel.com.

Di lokasi lainnya, dua perempuan dilaporkan mengalami cidera saat mendaki Gunung Lemongan, Jawa Timur, pada Minggu (21/6/2020).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua pendaki itu bersama Dwi Putri Handayani dan Daitia Edelwise.

Dwi mengalami cidera pada bagian kaki kirinya ketika hendak turun dari puncak gunung. Sedangkan pelipis mata Daitia kabarnya terluka akibat juga terjatuh saat turun dari puncak.

Satu di antara mereka diselamatkan oleh rekannya, sedangkan satu pendaki lain dievakuasi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.

Dilansir dari Kompas.tv, petugas TRC BPBD Lumajang Bagus mengatakan, proses penyelamatan sempat mengalami kendala karena kondisi medan dan cuaca ekstrim. Mereka akhirnya terpaksa menginap semalam.

Sedang pihak Perhutani selaku penanggung jawab wilayah mengaku tidak mengetahui adanya sekelompok orang yang mendaki Gunung Lemongan. Sebab, saat ini jalur pendakian gunung tersebut masih ditutup.

(ZA)

Zulfikar Ali

Mengambil jurusan sistem informasi pada satu perguruan tinggi di Medan, Sumatera Utara. Menyukai gemuruh yang keluar dari sela-sela lubang sulfur di kawah gunung. Penulis juga dikenal konsisten menyuarakan gerakan berdoa sebelum tidur.

3 Comments

  1. Avatar

    Sofian

    Juni 24, 2020 at 11:16 pm

    Terlalu sepele mereka dengan alam rimba

    • Avatar

      Hotang

      Juni 25, 2020 at 1:02 am

      Mudah mudahan mereka masi tetap semangat lagi belajar untuk kedepanya..

      • Avatar

        Jona

        Juni 25, 2020 at 5:48 pm

        Sungguh mulia sekali bg hotang..
        Hehehe

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *