Shelter

Dugaan Harimau Sumatera Mati Dibunuh Warga dengan Racun, Konflik Satwa-Manusia Terulang di Muara Batang Gadis

By  | 

Penarimba.com – Kabar menyedihkan kembali datang dari Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Seekor Harimau Sumatera diduga mati dibunuh warga dengan cara diracun.

Ketua LSM GEMPUR Kabupaten Mandailing Natal M. Sobirin Sitompul mengatakan, kabar Harimau Sumatera mati akibat dibunuh tersebut sudah dilapor ke pihak berwajib.

Harimau Sumatera mati dibunuh warga

Seekor Harimau Sumatera diduga mati dibunuh warga di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Seekor Harimau Sumatera. (Foto: istimewa)

Dalam keterangan tertulis, Sobirin mengaku mendengar informasi dari masyarakat bahwa seekor harimau memasuki areal permukiman sejak sepekan terakhir.

Selanjutnya, warga memasang jebakan dengan umpan seekor kambing yang telah diberi racun tikus.

Pada Kamis (11/6/2020) sekira pukul 20.30 WIB, kata Sobirin, seekor harimau yang diperkirakan berukuran panjang 1,4 meter itu terperangkap.

“Kemudian warga menunggu beberapa saat hingga harimau dipastikan sudah tewas, kemudian warga memanggul bangkai harimau itu ke rumah kepala desa,” kata Sobirin, Minggu (21/6/2020).

Harimau sumatera mati dibunuh warga

Lokasi tempat Harimau Sumatera diduga mati dibunuh. (Foto: istimewa)

Sejak beberapa waktu lalu, sederet foto yang memperlihatkan seekor Harimau Sumatera dengan kondisi mati beredar di media sosial. Kepala satwa itu terlihat terluka dan dikerumuni banyak orang.

Menurut penuturan warga kepadanya, Sobirin mengatakan bahwa masih belum jelas siapa pelaku yang melukai kepala satwa itu hingga kulitnya terkelupas.

Bahkan, diduga ada warga yang sengaja mencabut taring harimau tersebut.

Sobirin menambahkan, bangkai harimau tersebut diduga telah dikuburkan di sekitar desa.

Harimau Sumatera mati dibunuh warga

Beberapa foto tersebar memperlihatkan kerumunan orang melihat seekor Harimau Sumatera yang diduga mati di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal. (Foto: istimewa)

 

PETUGAS TELUSURI INFORMASI HARIMAU SUMATERA MATI DIBUNUH WARGA

Kepala Seksi Wilayah V Bidang Wilayah III BBKSDA Sumatera Utara Refdi Azmi mengatakan, pihak masih melakukan penelurusan untuk membuktikan laporan Harimau Sumatera mati dibunuh warga.

Tim yang penelurusan dilakukan BBKSDA dan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).

“Tim belum sampai di TKP malam ini, menginap di RGM, soalnya ke sana naik boat lagi sekitar lima jam,” kata Refdi kepada Penarimba.com, Minggu (21/6/2020).

Senada dengan Refdi, Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNBG Bobby Nopandry mengatakan masih menunggu hasil dari tim yang sedang menelusuri kabar adanya Harimau Sumatera mati akibat dibunuh warga.

“Yang jelas kita sudah turunkan tim, jadi update kita berdasarkan tim itu,” kata Bobby.

Petugas berwenang berkordinasi sebelum menelusuri informasi adanya Harimau Sumatera mati dibunuh warga. (Foto: TNBG)

Perjalanan menuju Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, diketahui tidak mudah. Selain jalan darat, petugas juga harus menyusuri sungai menggunakan boat.

Menurut Bobby, desa tersebut berada sekitar delapan kilometer dari TNBG.

Lokasi konflik harimau-manusia di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.

Sementara itu, Kapolres Mandailing Natal AKBP Horas Tua Silalahi hingga kini belum dapat dimintai keterangannya.

Berdasarkan penelusuran Penarimba.com, konflik harimau-manusia sudah beberapa kali terjadi di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.

Pada Rabu (3/7/2013) lalu, seorang warga meninggal diserang harimau.

Dikutip dari Mongabay, Kepala BBKSDA Sumatera Utara kala itu, Istanto, mengatakan sejak 2004 tercatat delapan warga tewas diserang harimau di desa itu.

Tahun 2013, dua orang petani karet tewas diterkam di kebun mereka yang berlokasi dekat pinggiran hutan. Seorang warga lain mengalami luka. masyarakat resah dan tidak berani beraktivitas di kebun.

Petani karet yang tewas 22 Juni 2013 diserang harimau bernama Torkis Lubis (21), dan Karman Lubis (31) pada 11 Maret.

Dayah (38), berhasil menyelamatkan diri setelah sempat diterkam saat di pinggir sungai.

Desa Rantau Panjang berada di dekat kawasan hutan produksi terbatas. Di sini merupakan habitat Harimau Sumatera.

Alih fungsi hutan menjadi perkebunan seperti kelapa sawit disinyalir faktor utama konflik satwa-manusia ini terjadi.

(DG)

Dian Gunawan

Meyakini teori bahwa semua spesies berasal dari laut. Penulis merupakan mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU). Semasa kuliah aktif di organisasi Gemapala FIB USU dan sempat terobsesi mendalami ilmu tidak bernafas selama 50 detik.

1 Comment

  1. Avatar

    Semut

    Juni 22, 2020 at 9:29 pm

    Kasihan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *