Shelter

Yuk Berkenalan dengan Covid, Bayi Gajah Sumatera yang Baru Lahir di Taman Safari Indonesia

By  | 

Penarimba.com – Taman Safari Indonesia kedatangan penghuni baru. Seekor bayi gajah bernama Covid lahir pada Selasa (28/4/2020) dinihari lalu.

Covid diambil dari nama virus yang kini tengah mewabah, Coronavirus Disease 19 atau Covid-19.

Menurut sang keeper, Sodik, bayi gajah bernama Covid itu lahir dari induk betina yang bernama Nina, Gajah Sumatera berusia 46 tahun yang dikawini oleh jantan bernama Kodir, gajah berusia 44 tahun.

“Keduanya dari Riau,” kata Sodik dikutip dari Tribun Bogor, Sabtu (9/5/2020).

Bayi gajah bernama Covid

Pawang Gajah, Agus, saat merawat Nina dan bayi gajah bernama Covid di Taman Safari Indonesia, Sabtu (9/5/2020). (Foto: Kompas.com)

Covid adalah Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang berjenis kelamin jantan. Ia lahir di Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4/2020) dinihari. Sekira pukul 02.25 WIB.

Menurut Sodik, Covid lahir dengan kondisi sehat dan terpantau lincah.

Nama yang disematkan kepada gajah imut itu terbilang unik. Sebelumnya, di tempat berbeda, seekor harimau dan dua individu orangutan telah lebih dulu diberi nama yang serupa, yakni Covid.

Direktur Taman Safari Indonesia Jansen Manansang mengatakan, pihaknya kini memiliki 51 ekor koleksi gajah. Selain gajah, sejumlah satwa lainnya juga lahir di lembaga konservasi itu belum lama ini.

“Tidak hanya kelahiran mamalia besar saja. Ada beberapa satwa lainnya yang berhasil kami kembangbiakkan, di antaranya burung kasturi raja yang tergolong langka,” kata Jansen.

Kelahiran bayi gajah bernama Covid bak angin segar di tengah masa krisis akibat pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, pengelola Taman Safari Indonesia Bogor menerapkan penutupan akses kunjungan wisata untuk sementara sejak beberapa waktu lalu.

Dikutip dari liputan6.com Jansen Manangsang sempat mengungkapkan kabar buruk bahwa penutupan itu menyebabkan sejumlah satwa terancam kelaparan.

“Kita memang masih punya cadangan (kas perusahaan) untuk 2-3 bulan ke depan. Tapi cost lebih besar itu dari makanan, kebutuhan anggaran bisa 20 persen,” katanya, Jumat (8/5/2020).

Bayi gajah bernama Covid

Bayi gajah bernama Covid saat sedang bersama induknya, Nina. (Foto: Kompas.com)

Demi menyiasati masa krisis ini, Janssen mengatakan bakal menerapkan efisiensi biaya operasional.

Satu di antaranya dengan tidak membeli rumput atau dedaunan untuk pakan satwa. Mereka memanfaatkan tanaman yang ada di kawasan kebun binatang itu untuk pakan hewan herbivora.

Di samping itu, pihaknya juga menggerakkan para karyawan untuk membantu mencari pakan hewan.

“Kita bersyukur, kendala belum ada. Yang biasa kita beli pakan, sekarang memanfaatkan tanaman yang ada disini,” kata Jansen.

(DG)

Dian Gunawan

Meyakini teori bahwa semua spesies berasal dari laut. Penulis merupakan mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU). Semasa kuliah aktif di organisasi Gemapala FIB USU dan sempat terobsesi mendalami ilmu tidak bernafas selama 50 detik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *