Tentang Kami

Penarimba.com didirikan oleh Nanda Fahriza Batubara, Zefri Zulfi dan Benry Gunawan Sitorus. Ketiganya merupakan mantan mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi pecinta alam di kampus.

Nanda dan Benry merupakan rekan seangkatan dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam (Gemapala) Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara. Sedangkan Zefri merupakan pendiri organisasi Natural Justice (NJ) Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Ketiganya sepakat membentuk suatu wadah bagi gerakan pelestarian alam sebagai wujud pengabdian pada semesta, mahakarya Sang Maha Kuasa.

Kami sadar bahwa jalan perjuangan sejati harus ditempuh dengan satu langkah pasti; aksi nyata.

Penarimba.com menyajikan wadah bagi para pejuang yang bergerak di bawah panji organisasi atau komunitas pecinta alam pada segmen Jejak Mapala.

Kami juga membuka selebar-lebarnya opini mengenai topik lingkungan bagi seluruh kalangan di segmen Obrolan Tenda.

Ada juga Shelter sebagai kanal informasi terkini serta Api Unggun, segmen yang menyajikan produk jurnalistik berupa liputan mendalam maupun investigasi.

Semua ini kami suguhkan bagi kalian yang juga punya satu tujuan; kelestarian alam. (Kirim Artikel).

Berbeda dari media massa pada umumnya, Penarimba.com membentangkan karpet merah kepada para mahasiswa, penggiat dan aktivis pecinta alam di Indonesia.

Sesuai tagline, kami memilih tangan-tangan kreatif dari kalangan tersebut untuk bergabung dalam jajaran redaksi.

Demi mencapai visi, Penarimba.com tidak mampu berdiri sendiri. Kami juga sadar menyandang status pendatang baru, sehingga membutuhkan dukungan dalam berbagai hal.

Termasuk pemikiran-pemikiran jenius dari anak bangsa sebagai wujud pembuktian satu keyakinan bahwa kita bisa. Semua itu dapat kalian berikan melalui kritik dan saran.

SAATNYA MAPALA YANG BICARA…

SALAM LESTARI !!!

“Untuk mereka yang rela berdarah demi menyampaikan fakta; kebobrokan. Untuk mereka yang dijauhkan dari rumah dan lenyap karena dipaksa menjadi akhir tragis dari tulisannya sendiri. Ini adalah bukti, masih ada serpihan ideologi mereka yang belum mati.”

Minggu, 9 Februari 2020
Fakultas Ilmu Budaya USU (Sastra)