Video & Galeri

Harimau Pemangsa Sapi Warga Langkat Terekam Kamera, Diidentifikasi Sebagai Individu Baru

By  | 

Penarimba.com – Seekor Harimau Sumatera terekam kamera di luar kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser belum lama ini.

Harimau tersebut diduga memangsa seekor sapi milik warga Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara, pada Kamis (30/4/2020) lalu.

Harimau itu belum pernah diidentifikasi sebelumnya, sehingga digolongkan individu baru.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah V Bahorok Balai Besar Tanam Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Palber Turnip.

Palber menjelaskan, harimau yang baru diidentifikasi itu berjenis kelamin jantan dan memiliki ukuran tapak kaki sepanjang 10 sentimeter.

Palber yakin bahwa harimau yang terekam kamera jebak atau trap camera itu bukan harimau yang pernah memangsa beberapa hewan ternak milik warga di Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, pada 2019 silam.

“Itu Harimau Sumatera individu baru, berbeda dengan yang tahun 2019. Jenis kelaminnya jantan dengan telapak kaki 10 sentimeter,” ujar Palber kepada Penarimba.com via WhatsApp, Rabu (13/5/2020).

Seekor Harimau Sumatera terekam kamera

Seekor Harimau Sumatera terekam kamera. Harimau ini diduga memangsa seekor sapi milik warga di Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupataten Langkat, Kamis (30/4/2020). (Foto: SPTN Wilayah V Bahorok BBTNGL/penarimba.com)

Palber mengatakan, penemuan individu baru seekor Harimau Sumatera yang terekam kamera ini merupakan angin segar. Artinya, proses kembang biak satwa terancam punah itu berjalan baik di kawasan TNGL.

“Bahwa proses berkembang biak Harimau Sumatera di dalam kawasan berjalan baik dan ini parameter kenaikan populasi,” ujar Palber.

Namun di sisi lain, lanjut Palber, kemunculan predator puncak di areal perkebunan dan pemukiman warga juga mengisyaratkan penipisan populasi mangsanya.

Selain rusa, santapan favorite Harimau Sumatera adalah babi hutan. Kedua satwa ini juga tergolong target utama dalam praktik perburuan.

Babi hutan sendiri kerap dianggap hama sehingga awam untuk diberantas.

“Perburuan babi hutan yang massive dengan jerat kawat bergulung ditebar di luar kawasan selama ini kita anggap tidak masalah karena babi hutan dianggap hama. Bahkan aturan mengenai perburuan babi di luar kawasan hutan sangat lunak sekali,” kata Palber.

Simak video Harimau Sumatera terekam kamera:

Demi menjaga keseimbangan rantai makanan di dalam hutan, kata Palber, diperlukan peningkatan regulasi serta upaya menekan praktik perburuan terhadap hewan yang tergolong mangsa harimau.

“Ini harus segera diatur. Naikkan status perlindungan terhadap mangsa Harimau Sumatera ini agar perburuan terhadap mangsanya bisa diperketat,” pungkasnya.

Kurun sebulan terakhir, terdapat empat kasus penerkaman Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang terjadi di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Langkat.

Yang teranyar terjadi di Dusun Penampean, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (12/5/2020).

Dua ekor sapi milik warga diterkam di areal perkebunan kepala sawit, sekitar satu kilometer dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Satu di antara dua sapi itu tewas disantap.

Harimau Sumatera terkam dua ekor sapi

Seekor sapi sekarat usai diterkam Harimau Sumatera di Dusun Penampean, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (12/5/2020). (Foto: istimewa)

Kabarnya, masih ada empat ekor sapi lain yang dikabarkan masih hilang. Namun belum dapat dipastikan bahwa keempatnya itu juga dimangsa oleh harimau.

Sebelumnya, harimau juga menerkam seekor sapi milik seorang sekretaris desa di Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Kamis (30/4/2020).

harimau sumatera terkam hewan ternak

Bangkai sapi milik warga yang diterkam Harimau Sumatera di Kecamatan Bohorok, Langkat. (Foto: istimewa)

Harimau inilah yang telah diidentifikasi oleh pihak Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah V Bahorok Balai Besar Tanam Nasional Gunung Leuser (BBTNGL).

Pada waktu yang hampir bersamaan dengan penerkaman di Dusun Tanjung Naman tersebut, seekor sapi milik warga lainnya juga dimangsa oleh harimau di Desa Tangkahan Glugur, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat.

Sedangkan pada Sabtu (4/4/2020) silam, seorang warga bernama Ramlan (42) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan akibat diterkam harimau di kawasan TNGL wilayah Sekoci, Desa PIR ADB, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

(NB)

Nanda Fahriza Batubara

Menolak rontok di negeri sendiri. Penulis merupakan alumni Departemen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU). Semasa kuliah sempat menjabat Ketua Umum Gemapala FIB USU meski tidak sampai satu periode. Huh.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *