Video & Galeri

Nelayan Rekam Kemunculan Paus Pembunuh di Perairan Anambas, Simak Videonya Berikut

By  | 

Penarimba.com – Kemunculan kawanan Paus Orca (Orcinus orca) atau Paus Pembunuh di kawasan Taman Wisata Perairan Anambas viral di media sosial.

Peristiwa tersebut diabadikan dalam bentuk video oleh seorang nelayan asal Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau bernama Aldi Pratama pada Senin (30/3/2020).

Pada video itu, terlihat sekitar tujuh ekor Paus Orca sedang berenang di permukaan laut. Satu di antaranya bahkan mendekati kapal Aldi sehingga terekam jelas oleh kamera.

Kemunculan mamalia laut itu pun mendapat respons dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Dilansir dari news.kkp.go.id, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono mengatakan, kemunculan Paus Orca di perairan Anambas perlu diperhatian dan didukung dengan penelitian lebih lanjut.

Sebab, fenomena tersebut terbilang langka dan dapat memperkaya data konservasi perairan Indonesia.

“Dengan kondisi keanekaragaman hayati yang tinggi, sangat tepat bila wilayah ini perlu dilindungi dan dijadikan kawasan konservasi dengan fokus pengembangan konservasi berbasis ekowisata di belahan barat NKRI,” kata Aryo, Jumat (24/4/2020).

Tonton videonya berikut :

 

Arya mengatakan, perlu penguatan kemitraan KKP dengan pemerintah daerah serta organisasi nirlaba dan masyarakat lokal untuk menjaga kelestarian satwa tersebut.

Katanya, terdapat tantangan tersendiri untuk menjadikan kawasan Konservasi Nasional Anambas sebagai resources keanekaragaman hayati demi pemenuhan pangan serta obat-obatan.

“Hal ini juga didukung pemerintah melalui Perpres Nomor 56 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Terpadu Taman Nasional dan Kawasan Perairan Nasional Tahun 2018-2025,” ujarnya.

Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru Fajar Kurniawan menambahkan, pihaknya akan membuat data khusus seluruh informasi dan laporan masyarakat tentang program konservasi yang telah terverifikasi.

“Kami akan segera spasialkan data dan informasi laporan masyarakat terkait konservasi yang telah terverifikasi. Khusus atas informasi yang disampaikan oleh saudara Aldi, kami sangat apresiasi atas kontribusinya memperkaya informasi konservasi di TWP Anambas dan akan menyampaikan penghargaan dalam waktu dekat,” ujar Fajar.

Paus Orca muncul ke permukaan (Foto: Reuters/Andrew Innerarity)

Paus Orca muncul ke permukaan (Foto: Reuters/Andrew Innerarity)

Paus Orca memiliki corak warna hitam pada bagian punggung dan putih pada bagian bahwa tubuhnya.

Paus ini masih berkerabat dengan lumba-lumba, tubuhnya bisa tumbuh hingga mencapai 9,8 meter dengan berat 11 ton. Satwa ini biasa ditemukan pada perairan laut dingin.

Kemunculan Paus Orca di Indonesia sempat tercatat di beberapa lokasi lainnya seperti di Bone Bolango, Gorontalo pada tahun 2019 lalu.

Kemudian juga pernah di Maratua, Kalimantan Timur pada tahun 2018, di Selat Makassar pada tahun 2014, serta terlihat setiap tahun di Bali, Maluku, Papua (Kabupaten Raja Ampat) dan Nusa Tenggara (Laut Sawu).

International Union of Conservation Nature (IUCN) menetapkan Paus Orca dalam daftar merah kategori Data Deficient (Informasi Kurang).

(DG)

Dian Gunawan

Meyakini teori bahwa semua spesies berasal dari laut. Penulis merupakan mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU). Semasa kuliah aktif di organisasi Gemapala FIB USU dan sempat terobsesi mendalami ilmu tidak bernafas selama 50 detik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *